Pembangunan Proyek RPU Rp 6,8 M Diminta Gunakan Air Bersih

  • Lokasi di Pesisir Pantura

brebecanal.com – Proyek pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) senilai Rp 6,8 miliar, di Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, kini mulai dikerjakan. Bupati Brebes, Idza Priyanti secara resmi melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek itu, Jumat (8/7/2022). Namun dalam proses pembangunannya, rekanan diminta menggunakan air bersih. Itu karena proyek berlokasi di pesisir pantura dengan sumber air payau.

“Semua pembangunan harus memakai air bersih. Di sini (RPU-re) juga diharuskan pakai air bersih, bukan air payau atau asin,” tandas Bupati Brebes, Idza Priyanti usai peletakan batu pertama, di dampingi Wakil Bupati, Narjo.

Pantauan di lapangan, lokasi pembangunan proyek RPU itu berada di ruas jalan Limbangan-Randusanga, atau sebelah selatan Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Lokasi itu berada di daerah pesisir dengan sumber air payau. Sementara, fasilitas pendukung untuk penyediaan air bersih belum nampak di lokasi proyek. Termasuk, water tank maupun sumur bor dalam.

Bupati mengatakan, RPU itu dibangun di tanah milik Pemkab, dan sebelumnya telah dilakukan pengurugan lahan dengan menelan anggaran APBD lebih dari Rp 1 miliar. Diharapkan, pembangunan RPU bisa selesai pada akhir bulan November. Bangunan RPU itu, nantinya bekerja sama dengan pihak ketiga yang akan melakukan pengelolaan pemotongan hewan unggas. “Tentunya dalam pembangunan RPU, saya berharap sesuai dengan yang direncanakan, tepat waktu dan tepat guna,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, drh Ismu Broto mengatakan, ketersediaan air bersih untuk pembangunan RPU itu memang menjadi perhatian khusus. Itu lantaran di lokasi proyek sumber air yang tersedia hanya air payau. Karena itu, pihaknya meminta fasilitas air bersih sebagai sumber dari air yang digunakan untuk proses pekerjaan pembangunan harus disiapkan. “Prinsipnya kita ingin hasil bangunan RPU ini berkualitas. Karena itu, kami meminta fasilitas air bersih disiapkan, supaya pengerjaannya nanti tidak menggunakan air payau,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika pembangunan RPU itu bukan proyek, tetapi program yang bisa berkelanjutan di tahun berikutnya. Jika pekerjaan itu proyek, setahun bisa selesai. Namun untuk RPU akan terus berkelanjutan di tahun berikutnya. Bahkan, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran di tahun berikutnya. Konsep RPU itu nanti akan dipihak ketigakan setelah jadi, tetapi pengawasan akan dikawal. Keberadaan RPU itu bertujuan untuk memfasilitasi peternak dalam memotong unggas dengan skala besar maupun kecil. “Nantinya setelah beroperasi secara elektrik, RPU ini ditargetkan bisa melayani pemotongan unggas 2.000 – 3.000 ekor per jamnya,” pungkas dia.

(chl-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.